Skip to main content
KEBERLANJUTAN

Limbah tekstil

RINGKASAN

Fesyen berkelanjutan dimulai di sini

Setiap tahun, lebih dari 92 juta ton limbah tekstil berakhir di tempat pembuangan sampah dan sungai – itu setara dengan satu truk sampah per detik. Sebagian besar limbah ini terbuat dari serat sintetis, yang tidak dapat terurai secara alami dan akan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun.

Hingga 95 persen limbah fashion dapat didaur ulang, tetapi sebagian besar teknologi, infrastruktur, dan proses yang diperlukan belum tersedia secara komersial.

Kami bekerja untuk mengubah hal itu. Melalui kerja sama dengan merek dan label fashion, kami mendorong desain yang mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada pakaian di akhir masa pakainya. Melalui kemitraan dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di dunia, kami membantu mengembangkan industri fashion yang lebih berkelanjutan. Dan melalui investasi dalam teknologi baru, kami bekerja menuju produksi berputar tertutup (closed loop manufacturing) pada skala besar.

TANTANGAN

Tantangan limbah tekstil

Mendaur ulang pakaian bukanlah hal yang mudah. Berbeda dengan skema pengelolaan limbah untuk botol, plastik, atau aluminium yang sudah terbukti efektif, infrastruktur fisik untuk mengumpulkan dan memilah pakaian bekas masih sangat terbatas.

Setelah pakaian dikumpulkan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melepaskan kancing dan ritsleting, menghilangkan pewarna, serta memisahkan serat campuran—semua tahapan ini masih sangat bergantung pada proses manual.

Kami bekerja sama dengan para desainer untuk membuat pakaian yang lebih mudah didaur ulang, sekaligus berinvestasi pada teknologi yang dapat memproses pakaian bekas secara efisien dalam skala besar.

KONTRIBUSI KAMI

Sateri capai 50 persen kandungan daur ulang

FINEX, singkatan dari ‘Fibre Next’, adalah serat selulosa generasi berikutnya yang inovatif dan mengandung bahan daur ulang, diproduksi oleh Sateri. Serat ini terbuat dari serat alami berbasis bio yang berasal dari campuran limbah tekstil pra dan pasca konsumen yang didaur ulang, serta pulp dari perkebunan tanaman terbarukan yang bersertifikat sesuai standar pengelolaan hutan global.

Sateri berkomitmen untuk memproduksi FINEX dengan 100 persen bahan daur ulang pada akhir dekade ini sebagai bagian dari Visi Sateri 2030, dan pada tahun 2023, Sateri mencapai tonggak penting dengan berhasil menggunakan 50 persen bahan baku daur ulang.

Bermitra dengan Universitas Teknologi Nanyang untuk penelitian

Kami bermitra dengan Nanyang Technological University Singapore untuk meluncurkan RGE-NTU Sustainable Textile Research Centre (RGE-NTU SusTex), inisiatif daur ulang tekstil pertama di Singapura.

Pusat penelitian senilai S$6 juta ini bertujuan untuk mengubah hasil penelitian menjadi solusi praktis yang dapat diterapkan di lingkungan perkotaan seperti Singapura. Para peneliti akan mengembangkan teknologi baru untuk mendaur ulang limbah tekstil menjadi serat dan menciptakan tekstil ramah lingkungan generasi berikutnya.

Mendorong pertumbuhan berkelanjutan melalui Jakarta Fashion Hub

APR meluncurkan Jakarta Fashion Hub, ruang kreatif bagi para desainer dan merek untuk membantu mengembangkan industri mode Indonesia lebih lanjut sambil mendorong keberlanjutan dalam desain mode.

Melalui bimbingan, penyediaan fasilitas, dan serat viscose rayon APR, serta kemitraan dengan beberapa acara mode terbesar di negara ini, kami membantu mendorong pertumbuhan berkelanjutan di seluruh industri.

Menjadikan bahan daur ulang sebagai standar industri

APR berkomitmen untuk menggunakan 20 persen bahan daur ulang dalam serat viscose rayonnya sebagai bagian dari peta jalan keberlanjutan APR2030. Alih-alih mengembangkan jenis serat khusus yang menawarkan opsi daur ulang dan berkelanjutan bagi pelanggan namun dalam jumlah kecil dan harga lebih tinggi, APR fokus pada peningkatan penggunaan bahan daur ulang di seluruh proses produksi viscose.

Berinvestasi untuk fesyen yang lebih bersih

Pada tahun 2019, kami mengumumkan investasi sebesar US$200 juta dalam penelitian dan pengembangan serat tekstil selulosa selama 10 tahun untuk membantu industri mode cepat dan linear menjadi lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dari total investasi tersebut, 70 persen dialokasikan untuk teknologi bersih dalam produksi serat, 20 persen untuk mengembangkan produksi skala pilot menjadi skala komersial, dan 10 persen untuk penelitian dan pengembangan solusi inovatif di bidang baru.

Hal ini mengarah pada peluncuran serat FINEX oleh Sateri dan pembukaan Pusat Inovasi R&D berlantai multi di Shandong, China, serta serangkaian kemitraan dan investasi.

TARGET KAMI DI TAHUN 2030
100
%
BAHAN DAUR ULANG DI 2030

Sateri telah mencapai target 50 persen bahan daur ulang pada 2023 dan terus melangkah ke arah yang tepat untuk mencapai 100 persen pada 2030

20
%
BAHAN BAKU

Sateri menargetkan 20 persen bahan bakunya mengandung bahan alternatif atau bahan daur ulang pada tahun 2025

20
%
BAHAN BAKU

APR menargetkan 20 persen bahan bakunya berasal dari bahan alternatif atau bahan daur ulang pada tahun 2030

Baik Sateri maupun APR berkomitmen lebih lanjut untuk menerapkan manufaktur berputar tertutup dengan memastikan semua pabrik mereka memenuhi batas emisi EU-BAT mulai tahun 2023.

Kami berkontribusi untuk mengatasi berbagai tantangan terbesar yang dihadapi planet ini.

This site is registered on wpml.org as a development site. Switch to a production site key to remove this banner.