KEBERLANJUTAN
Bahan bakar penerbangan berkelanjutan
RINGKASAN
Langit yang lebih bersih dimulai di sini
Sektor penerbangan bertanggung jawab atas 2-3 persen emisi karbon global. Dan emisi tersebut diperkirakan akan meningkat hingga 300 persen pada pertengahan abad ini jika tidak ada tindakan yang diambil.
Industri ini telah berkomitmen untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050, dan kini dihadapkan pada tantangan untuk menemukan solusi berkelanjutan yang dapat menggerakkan pesawat sambil mengurangi dampak lingkungan.
Kami mengubah limbah organik dan minyak goreng bekas menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) yang dapat mengurangi emisi karbon hingga 80 persen, membantu transisi global menuju penerbangan berkelanjutan.
TANTANGAN
Mengapa bahan bakar penerbangan berkelanjutan
Industri penerbangan berkomitmen untuk mencapai net zero pada tahun 2050, namun banyak teknologi yang diperlukan belum tersedia dalam skala komersial.
Bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dapat mengurangi emisi hingga 80 persen saat ini. Bahan bakar ini dikenal sebagai bahan bakar pengganti langsung, artinya dapat digunakan pada pesawat dan infrastruktur yang sudah ada.
Pemerintah di seluruh dunia semakin mewajibkan maskapai penerbangan untuk mencampur bahan bakar jet konvensional dengan SAF guna mengurangi emisi, sehingga memperkuat peran bahan bakar penting ini dalam transisi energi.
KONTRIBUSI KAMI
Kerja sama usaha patungan dengan Moeve
Apical telah menjalin kemitraan usaha patungan dengan Moeve untuk membangun pabrik biofuel generasi kedua terbesar di Eropa Selatan.
Pabrik baru ini akan memiliki kapasitas produksi hingga 500.000 ton bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan/atau diesel terbarukan per tahun, yang memungkinkan pengurangan emisi CO2 hingga 80 persen dibandingkan dengan bahan bakar konvensional.
Salah satu tantangan terbesar dalam memperluas produksi SAF adalah akses terhadap bahan baku. Sebagai pengolah minyak nabati global yang terintegrasi dan berskala besar, Apical mampu mengekstraksi limbah dan sisa dari rantai pasokannya secara efisien dan berkelanjutan, menyediakan sumber bahan baku yang andal tanpa bersaing dengan pangan dan pakan ternak.
Mengubah limbah menjadi bernilai
Permintaan akan SAF melampaui pasokan, sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap bahan baku. Sebagai pengolah minyak nabati terbesar kedua di dunia, Apical berada dalam posisi yang tepat untuk memanfaatkan rantai pasok globalnya guna mengumpulkan limbah organik dan minyak goreng bekas untuk digunakan dalam produksi SAF.
